Langsung ke konten utama

Postingan

Menuntut Tanggungjawab Nasionalisme Lembaga Penyiaran

Industri penyiaran sebagai sebuah bisnis tidak dapat lepas dari upaya untuk mengejar rating. Rating bagi lembaga penyiaran memang penting bila ditinjau dari sudut pandang bisnis penyiaran yang sarat padat modal. Apalagi rating menjadi sebuah pedoman bagi pemasang iklan untuk membidik konsumen. Pengiklan juga selalu secara rasional memilih beriklan pada program siaran yang memiliki rating tertinggi. Cukup disayangkan ditengah kepentingan bisnis, lembaga penyiaran melupakan tanggungjawab memandu publik pemilik frekuensi untuk menjaga dan meneguhkan semangat nasionalisme. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran dengan jelas telah mengamanatkan pada pasal 3 bahwa tujuan penyiaran adalah untuk memperkokoh integrasi nasional. Pasal 5 poin c juga dengan tegas menyebutkan bahwa penyiaran diarahkan untuk menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Ketentuan tersebut telah memberi penegasan bahwa penyiaran bukan semata-mata untuk kepentingan ekonomi atau bisnis. Penyiar…
Postingan terbaru

Radio Dalam Lingkaran Informasi Bohong

Kecepatan media radio dalam menyampaikan informasi memang tidak perlu diragukan lagi. Namun kecepatan penyampaian informasi sering tidak diimbangi dengan proses cek dan ricek yang memadai. Dampaknya adalah kesalahan data dan informasi yang menyebabkan kebenaran informasi menjadi diragukan. Apabila akurasi data sangat rendah maka informasi yang disampaikan dapat menjadi informasi bohong (hoax). Memang tidak menutup kemungkinan informasi yang disampaikan melalui media radio juga mengandung unsur bohong. Akibat memberikan informasi yang bohong maka media radio telah menyesatkan pendengarnya. Kenyataanya cukup banyak radio terutama di daerah yang tidak memiliki redaksi pemberitaan. Begitu juga sangat jarang radio yang memiliki penulis naskah siaran. Dampaknya penyiar radio cenderung membacakan berita koran atau mengambil dari media online. Sayangnya penyiar tidak melakukan klarifikasi atau cek dan ricek terhadap kebenaran informasi yang didapatkan melalui media online. Cenderung karena ju…

Informasi Radio Yang Kalah Cepat Dari Koran

Oleh : I Nengah Muliarta (HP. 081338576547) Praktisi Penyiaran Bali dan Konsultan Bali Broadcast Academia (BBA) Radio memiliki keunggulan dari segi kecepatan menyampaikan informasi atau kejadian, dibandingkan media lainnya. Reporter radio dapat secara langsung melaporkan kejadian melalui kegiatan live report pandangan mata. Berbeda dengan koran yang beritanya baru dapat dibaca esok paginya. Jika dilihat dari segi biaya operasional siaran juga lebih murah dibandingkan dengan media TV yang memerlukan biaya tinggi dan perlu satu tim untuk melakukan siaran langsung. Bila dibandingkan dengan media online, radio masih lebih cepat dalam penyampain informasi karena informasi atau berita yang disampaikan langsung diterima oleh pendengar/masyarakat tanpa terlebih dahulu harus mengakses media online. Kenyataanya di lapangan masih ada penyiar radio yang membaca berita koran untuk memberikan informasi bagi pendengarnya. Jika informasinya berupa headline berita tentu tidak masalah, namun membaca b…

Tim Redaksi Radio, Antara Ada dan Tiada.

Oleh : I Nengah Muliarta (HP. 081338576547) Praktisi Penyiaran Bali dan Konsultan Bali Broadcast Academia (BBA) Media cetak, online dan TV selama ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan berita aktual. Radio sebagai sebuah media juga memiliki kemampuan untuk menyajikan informasi dan berita kepada masyarakat. Bahkan radio memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan media lainnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Dengan keunggulan kecepatan melalui anggota tim redaksinya atau reporternya, radio mampu menyajikan informasi dan berita langsung pada saat kejadian dan langsung dari lokasi atau tempat kejadian. Namun berapa radio yang masih memiliki tim redaksi? Atau justru hanya memiliki seorang reporter? Sebagai sebuah perusahaan media, radio tidak ada bedanya dengan perusahaan media lainnya seperti TV, media cetak dan online. Sebagai sebuah media atau lembaga pers maka radio memiliki fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan pe…

Siaran Tanpa Naskah, Penyiar Radio Mengigau

Oleh : I Nengah Muliarta (HP. 081338576547) Praktisi Penyiaran Bali dan Konsultan Bali Broadcast Academia (BBA) Lembaga penyiaran radio memiliki peran strategis dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Radio dengan kegiatan penyiaran yang dilakukan merupakan bentuk kegiatan komunikasi massa yang mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan sebagai perekat sosial. Radio memiliki kekuatan audio untuk mempengaruhi masyarakat pendengarnya. Penyiar radio menjadi ujung tombak bagi radio untuk menyampaikan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada masyarakat. Permasalahanya sering kali penyiar radio bersiaran tanpa naskah radio, entah karena merasa sudah senior, sudah mampu atau bahkan menganggap naskah siaran radio tidak penting-penting amat. Maka tidak jarang mendengar penyiaran radio saat bersiaran hanya menyampaikan judul lagu, membacakan kiriman salam atau sekedar menjadi jam becker. Bahkan tidak jarang penyiar radio menyampaikan top…

Radio Diantara Fungsi Media dan Audio Player

Salah satu alasan orang mendengarkan radio adalah untuk mendapatkan hiburan. Namun hiburan yang dimaksud rata-rata adalah lagu-lagu yang disiarkan oleh stasiun radio. Dengan mendengarkan lagu-lagu favorit menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi pendengar radio. Hingga tidak jarang untuk menarik minat pendengar, stasiun radio menyiarkan lagu-lagu pilihan. Maka tidak jarang juga siaran radio hampir 80 persen didominasi oleh siaran lagu. Persepsi yang muncul di pengelola radio juga menempatkan lagu sebagai satu-satunya hiburan dalam siaran radio. Pada akhirnya isi siaran radio didominasi oleh siaran lagu dan akhirnya radio tidak ada bedanya dengan sebuah audio Player. Pada satu sisi ada pandangan pesimis bahwa radio mulai ditinggalkan pendengarnya ditengah pesatnya perkembangan TV dan media online. Kondisi tersebut diperparah lagi dengan isi siaran radio yang hanya memutar lagu saja. Bahkan terdapat radio yang siarannya full music tanpa penyiar. Pandangan pesimis tersebut didasarkan pada…

Jangan Jadi “Belog” Karena Kelebihan Nge-Blog, jangan “Nyempileg” karena vlog

Bila orang Bali bilang “belog” maka cenderung artinya negatif yaitu bodoh. Berbeda dalam istilah dunia informasi dan teknologi, dimana blog merupakan singkatan dari web dan log. Web sering didefinisikan sebagai jaringan dan log sebagai catatan atau buku harian. Secara umum pada beberapa literature disebutkan bahwa blog adalah catatan atau kegiatan harian dari seseorang (pemilik blog) yang disajikan secara online. Catatan tersebut tentu berupa apa yang dialami, diketahui dan dirasakan oleh pemilik blog. Blog mirip dengan website karena sebuah blog merupakan sebuah website, tetapi sebuah website belum tentu sebagai sebuah blog. Pada intinya blog merupakan bagian dari website yang khusus berisi catatan pemilik blog. Sehingga bila dilihat dari segi kepemilikan sebuah blog adalah milik individu, sedangkan website pemilihnya cenderung sebuah institusi. Walaupun terkadang terdapat blog yang mengatasnamakan sebuah lembaga. Dilihat dari segi tampilan blog bentuknya cenderung lebih sederhana…