Langsung ke konten utama

Postingan

Melawan Hoax Guna Mewujudkan Pilkada Bali 2018 Yang Damai

Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) memang selalu diiringi dengan berbagai janji dari pasangan calon untuk menarik simpati dan dukungan dari pemilih, termasuk adanya janji palsu. Pelaksanaan pilkada juga tidak pernah lepas dari kampanye hitam untuk menjatuhkan lawan dan kampanye hitam tersebut tidak jarang mengarah pada penyebaran informasi bohong (hoax) yang merugikan pasangan lawan. Hoax yang berkembang nyatanya tidak saja digunakan untuk menyerang paslon lawan tetapi juga terdapat hoax yang dikemas untuk mencitrakan paslon yang didukung terkesan kharismatik dan memiliki gagasan cemerlang. Apapun tujuannya, hoax merupakan sebuah penyesatan dan menjadi ancaman bagi pembangunan demokrasi. Hoax dalam pilkada hanyalah pembohongan terencana demi kepentingan individu dan kelompok akan kekuasaan. Banyak pihak telah mengungkapkan bahwa hoax menjadi ancaman bagi pembangunan demokrasi di Indonesia. Hoax dapat menjadi pemicu perselisihan hingga menyebabkan bentrok antar pendukung pas…
Postingan terbaru

Nyepi Siaran Sebagai Upaya Memanusiakan Manusia

Beberapa literatur menyebutkan bahwa Nyepi secara prinsip lebih pada upaya pengendalian panca indria. Nyepi dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian menjadi jalan bagi upaya meredakan nafsu indria yang ada dalam diri manusia. Amati Geni memiliki makna tidak menyalakan api termasuk memasak dan berujung pada upaya melakukan puasa. Amati Karya bermakna tidak bekerja dan upaya menyepikan indria. Amati Lelungaan memiliki arti tidak bepergian dan menjadi langkah untuk mengistirahatkan badan. Terakhir, Amati Lelanguan atau tidak mencari hiburan. Pelaksanaan Nyepi di Bali setiap tahunnya kini selalu diikuti dengan pelaksanaan mematikan seluruh operasional siaran dari lembaga penyiaran radio dan TV atau yang lebih dikenal dengan Nyepi Siaran. Nyepi siaran menjadi sangat unik dan sejalan dengan pelaksanaan Nyepi yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali. Ketika seluruh operasional siaran dari lembaga penyiaran dimatikan maka secara otomatis mengurangi penggunaan listrik yang juga berarti mela…

Menuntut Tanggungjawab Nasionalisme Lembaga Penyiaran

Industri penyiaran sebagai sebuah bisnis tidak dapat lepas dari upaya untuk mengejar rating. Rating bagi lembaga penyiaran memang penting bila ditinjau dari sudut pandang bisnis penyiaran yang sarat padat modal. Apalagi rating menjadi sebuah pedoman bagi pemasang iklan untuk membidik konsumen. Pengiklan juga selalu secara rasional memilih beriklan pada program siaran yang memiliki rating tertinggi. Cukup disayangkan ditengah kepentingan bisnis, lembaga penyiaran melupakan tanggungjawab memandu publik pemilik frekuensi untuk menjaga dan meneguhkan semangat nasionalisme. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran dengan jelas telah mengamanatkan pada pasal 3 bahwa tujuan penyiaran adalah untuk memperkokoh integrasi nasional. Pasal 5 poin c juga dengan tegas menyebutkan bahwa penyiaran diarahkan untuk menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Ketentuan tersebut telah memberi penegasan bahwa penyiaran bukan semata-mata untuk kepentingan ekonomi atau bisnis. Penyiar…

Radio Dalam Lingkaran Informasi Bohong

Kecepatan media radio dalam menyampaikan informasi memang tidak perlu diragukan lagi. Namun kecepatan penyampaian informasi sering tidak diimbangi dengan proses cek dan ricek yang memadai. Dampaknya adalah kesalahan data dan informasi yang menyebabkan kebenaran informasi menjadi diragukan. Apabila akurasi data sangat rendah maka informasi yang disampaikan dapat menjadi informasi bohong (hoax). Memang tidak menutup kemungkinan informasi yang disampaikan melalui media radio juga mengandung unsur bohong. Akibat memberikan informasi yang bohong maka media radio telah menyesatkan pendengarnya. Kenyataanya cukup banyak radio terutama di daerah yang tidak memiliki redaksi pemberitaan. Begitu juga sangat jarang radio yang memiliki penulis naskah siaran. Dampaknya penyiar radio cenderung membacakan berita koran atau mengambil dari media online. Sayangnya penyiar tidak melakukan klarifikasi atau cek dan ricek terhadap kebenaran informasi yang didapatkan melalui media online. Cenderung karena ju…

Informasi Radio Yang Kalah Cepat Dari Koran

Oleh : I Nengah Muliarta (HP. 081338576547) Praktisi Penyiaran Bali dan Konsultan Bali Broadcast Academia (BBA) Radio memiliki keunggulan dari segi kecepatan menyampaikan informasi atau kejadian, dibandingkan media lainnya. Reporter radio dapat secara langsung melaporkan kejadian melalui kegiatan live report pandangan mata. Berbeda dengan koran yang beritanya baru dapat dibaca esok paginya. Jika dilihat dari segi biaya operasional siaran juga lebih murah dibandingkan dengan media TV yang memerlukan biaya tinggi dan perlu satu tim untuk melakukan siaran langsung. Bila dibandingkan dengan media online, radio masih lebih cepat dalam penyampain informasi karena informasi atau berita yang disampaikan langsung diterima oleh pendengar/masyarakat tanpa terlebih dahulu harus mengakses media online. Kenyataanya di lapangan masih ada penyiar radio yang membaca berita koran untuk memberikan informasi bagi pendengarnya. Jika informasinya berupa headline berita tentu tidak masalah, namun membaca b…

Tim Redaksi Radio, Antara Ada dan Tiada.

Oleh : I Nengah Muliarta (HP. 081338576547) Praktisi Penyiaran Bali dan Konsultan Bali Broadcast Academia (BBA) Media cetak, online dan TV selama ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan berita aktual. Radio sebagai sebuah media juga memiliki kemampuan untuk menyajikan informasi dan berita kepada masyarakat. Bahkan radio memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan media lainnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Dengan keunggulan kecepatan melalui anggota tim redaksinya atau reporternya, radio mampu menyajikan informasi dan berita langsung pada saat kejadian dan langsung dari lokasi atau tempat kejadian. Namun berapa radio yang masih memiliki tim redaksi? Atau justru hanya memiliki seorang reporter? Sebagai sebuah perusahaan media, radio tidak ada bedanya dengan perusahaan media lainnya seperti TV, media cetak dan online. Sebagai sebuah media atau lembaga pers maka radio memiliki fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan pe…

Siaran Tanpa Naskah, Penyiar Radio Mengigau

Oleh : I Nengah Muliarta (HP. 081338576547) Praktisi Penyiaran Bali dan Konsultan Bali Broadcast Academia (BBA) Lembaga penyiaran radio memiliki peran strategis dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Radio dengan kegiatan penyiaran yang dilakukan merupakan bentuk kegiatan komunikasi massa yang mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan sebagai perekat sosial. Radio memiliki kekuatan audio untuk mempengaruhi masyarakat pendengarnya. Penyiar radio menjadi ujung tombak bagi radio untuk menyampaikan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada masyarakat. Permasalahanya sering kali penyiar radio bersiaran tanpa naskah radio, entah karena merasa sudah senior, sudah mampu atau bahkan menganggap naskah siaran radio tidak penting-penting amat. Maka tidak jarang mendengar penyiaran radio saat bersiaran hanya menyampaikan judul lagu, membacakan kiriman salam atau sekedar menjadi jam becker. Bahkan tidak jarang penyiar radio menyampaikan top…